Jemima menatap ke arah Adrew. Matanya kini sembab, kenapa perhatian Adrew begitu tulus padanya? Sungguh, dia tidak akan menyia-nyiakan pria seperti Adrew. Jemima masih tidak menjawab pertanyaan Adrew. Dia memilih diam, dan bungkam dia benar-benar pusing dengan keadaannya yang kacau. "Apa kau tidak ingin bercerita?" tanya Adrew sekali lagi. "Jika tidak, maka keluarlah. Aku banyak pekerjaan," ujarnya bagai tamparan buat Jemima. Sadar, kau di sini bersalah Jemima. Kamu berada di sini, untuk meluruskan semuanya. Jangan lengah! "Saat kau marah padaku ...." Jemima sangat sulit untuk membuka suara, bahkan suara yang keluar dari mulutnya bagai getaran. Adrew merasakan itu. "Katakanlah, tenangkan dirimu. Aku hanya ingin memperbaiki semuanya, itu sebabnya aku tidak mengusirmu dari sini." Adre

