Jemima menutup laptopnya yang menampilkan angka-angka dan perhitungan pemasukan dan pengeluaran perusahan. Punggungnya yang molek bersandar di sandaran kursi kantor yang empuk. Jemari lentiknya diketuk-ketukkan pada meja di depannya. Pikirannya tidak mampu focus pada pekerjaan untuk saat ini. Masalah tempo hari yang lalu mengganggu pikirannya yang membuat Jemima tidak dapat berpikir jernih sama sekali. Semua yang dia kerjakan semakin berantakan. Di pikira Jemima hanya ada dua nama yang berkeliaran, Andrew dan Jovic. Mereka tidak pernah pergi dari pikirannya walaupun hanya sedetik saja. Bagaimana Jemima bisa fokus dalam urusan pekerjaan jika seperti ini caranya? Menyebalkan. Jemima memutuskan untuk mengambil tasnya dan istirahat sejenak di kafe terdekat dari kantornya saat ini juga. Jem

