Koolfman menggulingkan tubuh lemah itu ke atas tempat tidurnya. Bungkusan seprainya ia buka. Ia menatap kedua bola mata yang kini sedang menatapnya. Tak ada kata. Mereka hanya saling tatap. Shakeera, wanita sakit yang tengah menatapnya, masih tenggelam dalam kebingungan. Dia sama sekali tak takut tertular melihat keadaanku. Dia pasti sudah tahu keadaanku seperti apa. Dia sama sekali tak ragu menolongku, menyentuhku, seperti Dokter Croll. Apa dia salah satu teman Dokter Croll? Sebenarnya berapa orang yang bersimpati padaku, dan kebal dengan kuman yang aku bawa? Dengan bergegas Koolfman membuka lemari dan mengambil kemasan sari buah. Tanpa ragu ia memberikan sedotan ke dalamnya dan membantu Shakeera untuk menghirupnya. “Percayalah, Kau akan aman bersamaku.” Kata Koolfman tanpa

