Samuel hanya diam berdiri dengan kedua tangan memegang tas plastik dengan gambar lebah lucu ikon sebuah mini market yang kehadirannya bak jamur di musim penghujan. "Ih, di mana, Pak, buruan aku geli!" ujar Meisya, tangan Naka terulur pada rambutnya yang tergerai. "Ini, nih," jawab seraya mengibaskan tangannya dari rambut Meisya, saat itu juga seekor laba-laba berwarna hitam terjatuh ke lantai. "Ih, itu, Yah. Laba-labanya! Pukul, Yah, pukul!" seru Qinara yang berdiri di pojokan sambil memegang bunga Bougenville berwarna merah muda. "Jangan, kasian. Biarin dia pergi," jawab Naka. Tetapi sial bagi laba-laba malang itu, ia berjalan menuju ke arah Samuel yang dengan spontan menginjaknya. "Kak Sam, kok, diinjek sih, kasian tau!" ujar Meisya. "Refleks, lagian gimana ceritanya laba-la

