Meisya membuka matanya, tubuhnya terasa hangat sebab ada sebuah selimut tebal yang menutupi tubuhnya hingga sebatas bahu, juga sebab ada sesosok lelaki bertubuh kekar yang memeluknya. Hangatnya lebih dari sebuah suhu belaka saat Meisya merasakan kulitnya bertemu langsung dengan kulit tubuh bagian atas Samuel yang tidak lagi tertutupi, seingatnya semalam saat memejamkan mata Samuel masih mengenakan pakaian lengkapnya kini entah bagaimana ceritanya Samuel telah bertelanjang d**a. Tidak tahu bagaimana dengan tubuh bagian bawahnya, Meisya merasa tidak sanggup membayangkannya. "Emh ...." Meisya menggeliat merasakan pegal pada pinggangnya, hal itu membuat Samuel yang tengah memeluknya dari belakang merasakan pergerakan Meisya. "Sya, kamu udah bangun?" tanya Samuel yang terlihat belum sada

