Akhir bahagia

1844 Kata

* Ini adalah bab terakhir dalam kisah Pernikahan Palsu, bab yang mengandung banyak pemanis alami. Kalau enggak kuat nahan baper bacanya nanti malem aja, ya * "Sayang, udah dong mimiknya, gantian sama Papa!" Samuel yang bergelayut di bahu Meisya mendapat keplakan di pundaknya. "Aduh, Sayang, sakit!" protes Samuel seraya mengelus pundaknya. "Lagian ganjen, sih, anaknya lagi nyusu digangguin!" jawab Meisya kesal, Samuel hanya nyengir kuda seraya kembali memeluk tubuh sang istri dari samping. "Papa nakal, ya, Nak?" tanya Meisya pada seorang bayi tampan yang tengah meminum ASI-nya, bayi itu tersenyum tanpa menggeluarkan benda kecil sumber kehidupannya itu. "Sayang, Abraar kapan mulai makan?" tanya Samuel sambil mengecupi bahu terbuka Meisya, kemeja berkancing depan sengaja ia buka dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN