Disinilah Thea sekarang, berdiri di depan pintu berpelitur dengan jantungnya yang berdebar lebih kencang diatas normal. Papan nama bertuliskan Dr. Dieter tergantung di depan matanya. Dia menarik napas dan mengangkat tangan untuk mengetuk pintu tepat saat pintu di depannya terbuka lebar. Dr. Gustav berdiri di depannya dengan seringai lebar. “Ah, dia baru saja ingin mencarimu,” kata pria itu. Thea menatap bingung pada Dr. Gustav, lalu sedikit mengintip ke dalam ruangan melalui sela tubuh Dr. Gustav dan pintu. Ketika mendapati Dieter balas menatapnya dari dalam ruangan, Thea langsung menyembunyikan dirinya lagi di balik tubuh Dr. Gustav. Dia mengangkat tangannya yang gemetar untuk menyelipkan helaian rambut yang terlepas dari gelungan ke balik telinga. “Baiklah, lakukan apa yang harus k
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


