“Thea!” Ranti menghentikan langkah kaki Thea sebelum wanita itu memasuki ruangannya sendiri. Ranti melangkah cepat guna menghampiri wanita yang usianya sama dengannya itu. “Apa ada masalah, Ranti?” tanya Thea setelah beberapa detik Ranti berhasil menyusulnya dan hanya diam sembari memandanginya, seolah ingin mengatakan sesuatu tetapi dia tidak tahu harus mengatakan apa. “Ah, maaf. Aku betul-betul ingin minta maaf padamu untuk apa yang sudah aku lakukan tadi,” ungkap Ranti. “Aku tidak seharusnya bersikap seperti itu kepadamu. Aku hanya cemas dan khawatir padamu. Apalagi setelah aku tahu sedikit banyak soal hidupmu. Maaf kalau aku terkesan ikut campur.” Thea tersenyum padanya. “Tidak apa kok, aku mengerti sejak awal kenapa kamu bersikap seperti itu. Kamu sangat peduli padaku makanya

