Dede Rayhan.

1105 Kata

“Hai …! Selamat pagi, Cucu Oma!” Dewi yang baru saja masuk ke kamar rawatnya Keisya lantas menuju inkubator, di mana bayi yang masih merah itu sedang tidur pulas. “Pagi, Oma …! Rayhan bobok dulu, ya ….” Keisya menjawab dengan menirukan suara anak kecil, membuat Dewi tertawa lucu. “Namanya Rayhan, Kei?” tanya wanita paruh baya itu segera setelah duduk di samping ranjang pasien Keisya. Ia membiarkan cucunya tidur dengan nyaman. Suaranya pun dipelankan agar tidak mengganggu tidur Dedek Bayi. “Iya, Ma, aku dan Adam setuju memilih nama Rayhan Castello,” jawab Keisya yang duduk bersandar pada kepala ranjangnya. Wajahnya pucat, tetapi tetap terlihat cantik. “Nama yang bagus, Kei! Nanti setelah diizinkan keluar rumah sakit, apa kalian langsung pulang ke rumah baru atau menginap dulu di rumah M

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN