Kedua sosok itu saling tatap dengan mata yang penuh emosi. Bukan tatapan jatuh cinta, melainkan penuh amarah. Mereka menatap satu sama lain dengan tajam seakan memahami bahasa yang tak terucapkan. Semua ini terjadi hanya karena terdapat kesalahpahaman kecil yang telah tumbuh menjadi bara amarah. “Nelly! Kenalkan, ini Lycan, abangnya Keisya. Dan, Lycan! Kenalkan, ini Nelly Aliza Castello, sepupu aku.” Adam memperkenalkan keduanya. ”Nelly dari Belanda langsung saja ke sini, kemarin itu aku mau memperkenalkan kalian, tapi aku lupa,” imbuh Adam lagi. “Ja-jadi, venue yang di sana itu venue resepsi Bang Adam sama Mbak Keisya?” tanya Nelly dengan tampang kaget. Jemari nya menunjuk lurus mengacung pada venue yang tadinya itu adalah tempat kejadian memalukan antara dia dan Lycan. Adam mengangguk

