Setelah beberapa hari, pasien yang bernama Nara Warno akhirnya dipindahkan ke kamar perawatan biasa, yaitu di kamar VVIP Melati yang dijaga oleh beberapa orang ajudan dari keluarga Warno. Keisya yang pagi ini sedikit lapang, sengaja melakukan visit pada wanita cantik itu, tetapi ia sempat dihadang oleh ajudan yang berjaga. “Maaf, saya adalah dokter di sini,” ucap Keisya sambil menunjukkan kartu identitasnya. Barulah wanita itu dibolehkan untuk masuk ke dalam. Setelah Keisya menutup rapat daun pintu ruangan, wanita pucat yang sedang duduk di atas brankar itu menatap intens padanya. “Dok, apakah Dokter bisa aku percaya?” tanya wanita itu dengan nada pelan. Keisya seketika mengerutkan keningnya, tidak mengerti maksud dari pertanyaan wanita itu, “Maksud Anda apa, Nona?” balik Keisya menja

