Kencan pertama.

1147 Kata

“Apa!? Empat hari? Serius empat hari?” tanya Maria dengan mata terbelalak sempurna. Ia menatap pada putranya yang sedang duduk di sampingnya. Adam mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan sang Mama, “Yes, empat hari, Ma.” “Hey! Dasar bocah nakal, ya, kamu! Kamu mau Mama sama Tante Dewi mati kejang, iya? Empat hari, Dam, itu singkat sekali. Mana sempat kelar semuanya, ah!” Maria menggeram kesal. Jangan lupakan juga mimik wajahnya yang berubah jutek dengan kedua alis yang saling menaut sempurna. “Hey, Mom, kenapa marah-marah seperti ini, hem? Mukanya juga berubah cemberut. Apakah ada yang tidak beres sama rencana Mama dan Dewi?” Kali ini Zain yang baru saja gabung sempat menyela pembicaraan istri dan putranya. “Yang tidak beres itu anaknya papa ini.” Telunjuknya lurus mengacung pada Ad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN