“Mmpphhh, apa-apaan ini, uhhh ... lepaskan aku!” Mark tak menggubrisnya, ia terus merapatkan tubuh Gladys dalam pelukannya. Gladys otomatis berontak dan tak mau dicium Mark. “Sadarlah Mark, aku hanya ...” Gladys tak tahan dengan bau alkohol yang menyengat dan membuatnya ingin muntah. Didorongnya kuat-kuat tubuh pria yang cukup kekar dan memaksanya. “Lepaskan aku dan cepat sadar dari mabukmu ini. Aku gadis yang kamu nikahi dengan perjanjian bukan dengan perasaan,” protes Gladys. Plak! Tangan Gladys menampar wajahnya, tangan Mark meremas bokongnya dan ia merasa sangat tak aman sekarang ini. Dipakainya cara kekerasan ini agar pria itu sadar dirinya bukan gadis gampangan. “Kenapa kamu menamparku?” tanyanya. “Agar kamu sadar aku siapa, Mark!” “Oh, kamu bukan istriku? Jadi, panggil aku

