Selepas maghrib, Bu Saritem menunggu Haris datang. Anak tetangganya itu memang sudah berjanji akan datang selepas maghrib seperti sekarang ini. Dan benar saja, baru mau duduk datang mobil Haris dan Bu Saritem segera bersiap pergi dengan mematikan lampu dan menutup pintu rumahnya. Dari siang dia sudah menunggu dengan harap cemas ingin segera bertemu dengan Gladys putrinya. Perasaannya tidak bisa tenang sebelum tahu kondisi putrinya dan sekarang ini mereka telah berada dalam perjalanan ke rumah menantunya. Dengan hanya berbekal alamat pada secarik kertas yang diberikan Gladys tempo hari, Bu Saritem menjelaskan pada Haris bagaimana arah yang tepat menuju ke jalan perumahan elit yang menjadi tempat tinggal Gladys dan suaminya. “Rumahnya sudah pernah ibu singgahi?” tanya Haris. “Belum, N

