SELAMAT MEMBACA *** "Mau?" Tanya Kila sambil menyodorkan sesendok nasi goreng pada Kama. Namun, laki-laki itu hanya menggeleng tanda tidak mau. Masih menjadi kegiatan rutin bagi Kama untuk menjemput Kila pulang kerja. Dan malam ini Kama membawanya mampir ke warung nasi goreng karena katanya Kila yang belum makan malam. Kama tidak mau kalau sampai gadis itu sakit dan berakhir mengenaskan seperti sebelumnya. “Kok dari tadi lihatin kalau tidak mau?” tanya Kila lagi. Karena sejak dia mulai makan, dia merasa jika Kama terus saja memperhatikannya. Dia fikir, jika mungkin saja laki-laki itu ingin makanan yang dia makan. “Memangnya tidak boleh lihatin, kan saya punya mata.” Kila hanya mengangkat kedua bahunya, tanda tidak peduli lagi dia jusru kembali melanjutkan makannya. “Kamu kapa

