SELAMAT MEMBACA *** Seperti yang Kama harapkan, semua tetangganya kini sudah mengetahui lamaran dan rencana pernikahannya. Bahkan tanggal pernikahannya pun sudah menyebar. Kama benar-benar salut dengan kecepatan beredarnya informasi di desanya. "Wah, calon manten wajahnya selalu berbinar ini kalau Bulik lihat." Salah satu tetangga yang kebetulan lewat di depan rumah Kama menyapa, saat melihat Kama yang sedang mencuci motornya sambil sesekali bernyanyi bahagia meski suaranya sumbang dan tidak enak di dengar tapi Kama tetap bernyanyi dengan percaya dirinya. "Nggih Bulik. Baru pulang dari sawah ini?" Ucap Kama pada tetangga itu. "Iya Mas. Ehhh calonmu anak mana to Mas, kok ndak pernah di bawa kesini tau-tau mau menikah saja." Tanyanya lagi dengan penasarannya. Kama hanya tersenyum, ke

