Yin Lee yang baru saja kembali dari kamar mandi masuk ke dalam kamar dan ia melihat Yang Lee sesenggukan sendiri di tepi ranjang sambil memeluk sesuatu. "Meí, kau kenapa?" tanya Yin Lee sambil duduk di sisi adiknya. "Piala ini, bagaimana bisa muncul lagi?" Yang Lee lalu mengambil wadah tempat ia menyimpan serpihan kristal. Ia membukanya dan serpihan itu masih ada di sana. "Coba kau lihat ini, Yin Lee. aku masih menyimpan pecahan kristalku. Dan, piala ini? Dari mana datangnya?" tanya Yang Lee. Yin Lee tersenyum dan menepuk bahu adiknya. "Aku ikut senang kau kembali mendapatkan pialamu. Paling tidak, ada jejak prestasimu di sana. Siapa tau suatu hari nanti kau bisa jadi pianist dan penyanyi terkenal. Itu sungguh membanggakan, Meí," ucap Yin Lee. Yang Lee mengangguk. Ia lalu memeluk ka

