45. Terpencar.

1136 Kata

’seperti nya nasi goreng enak tuh, dulu saya punya nenek yang pandai membuatkan nasi goreng. Apalagi kan nasi goreng kampung memiliki ciri khas tersndiri.’’ Valen menjelaskan dengan sumringah seolah olah tidak ada sesuatu yang fatal terjadi. Nenek Martini tersenyum kecil, senyum yang entah kenapa sangat mengerikan di mata Valen. ‘’nasi goreng nyam au pakai daging apa?’’ ‘’daging yang ada saja di dapur’’ ‘’tunggu sebentar ya, jika ingin berisirahat ter lebih dahulu untuk laki laki isi kamar depan sedangkan untuk perempuan isi saja kamar tengah. Dan setelah selesai membuat nasi goreng akan nenek panggil.’’ Nenek Martini berdiri dan segera melangkah kan kaki kearah dapur untuk membuatkan nasi goreng pesanan Valen. Valen melirik mereka semua. ‘’CEK GRUP SEKARANG!!!!!!.’’ Tanpa bertanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN