Saat pikiran tak lagi mampu mengingat, saat hati sudah keras karena kesalahpahaman itu. Ternyata, itu bukanlah akhir dari segalanya. Masih banyak orang yang ingin membuat hidup ini lebih berarti serta berwarna. Salah satunya adalah Reynand. Pria berseragam serta ber-pundak berat itu membuat Reyna merasa nyaman dalam waktu sebentar. Pria tampan dengan alis tebal itu memikat Reyna dalam waktu sekejap. Tak lain, pria itu adalah suaminya sendiri. "Dek, lo gak apa-apa kan? Gak ke sambet kan?" Reyna berdecak kesal saat kakaknya berkata seperti demikian, ia dikira ke-sambet hantu padahal ini masih siang bolong, ah tidak menutup kemungkinan bukan? "Enak aja, sembarangan huh!" Revin terkekeh pelan, duduk di samping adiknya dengan menyenderkan kepala di dudukan sofa. "Iya maaf ya. Sekarang ada

