Malam ini Reyna terbangun kembali karena mual di perutnya semakin intens. Dia melihat ke arah sofa dan menemukan kakaknya, Revin dan juga Reynand yang tengah tertidur pulas. Tak tega membangunkan keduanya, Reyna segera turun dari ranjang, membawa infusnya dan berjalan ke arah kamar mandi. Sebenarnya, dia takut pergi ke kamar mandi sendirian. Tapi, ia juga tidak ingin merepotkan siapapun, termasuk Revin dan Reynand. Dia masih mengingat kalau dirinya indigo. Dia berjalan perlahan, dan segera menutup pintu kamar mandi. Reyna mencuci wajahnya, menatap jendela dengan lekat. Dia menatap pantulan wajahnya sendiri. Mencoba mengingat-ingat kenangan yang dari otaknya, beberapa kali dia memukul kecil kepalanya dengan tangannya. Namun nihil, kenangan bersama Reynand tak kunjung ada. Lalu pertany

