22. Kopi pahit 2

1126 Kata

"Rey, lo mau kopi juga gak?" Tanya Felli kepada Reynand. Di sana juga memang ada Reynand yang sedang rebahan di sofa sambil memainkan handphone canggihnya. "Boleh, tapi jangan kemanisan kayak waktu itu ya." "Gula nya berapa sendok? Alvin kan suka nya yang manis." "Yaudah sana buatin, jangan kemanisan soalnya di sini udah ada yang manis." Felli mengerutkan kening bingung. "Maksud lo?" "Ya, liat Reyna aja udah manis." "Astagfirullah! Gue kira apaan huh." Felli segera bergegas ke dapur, sedangkan Reyna tertawa kecil mendengar gombalan receh yang keluar dari mulut Reyna. "Aku susul Felli dulu ya, Rey." Reynand menahan tangan Reyna yang akan beranjak. "Gak usah sayang, tadi katanya pusing hmm?" Tak bisa mengelak, Reyna memang sedang pusing. Badannya terasa sangat lesu dan juga kepala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN