"Tidur, katanya mau tidur. Hmm?" Felli mengangguk kecil, memejamkan mata beberapa kali. Beberapa saat kemudian, kantuk mulai menyerangnya. Alvin bernapas lega, setidaknya Felli sudah nyenyak tetapi tangannya masih di genggam, Alvin mencoba melepaskan tetapi Felli bergerak tak nyaman. Alvin menghela nafas, tersenyum kecil melihat wajah polos kekasihnya saat tidur. "Fell, entah seperti apa lagi aku harus bersyukur karena Tuhan ngasih kamu ke dalam kehidupan aku." Lirih Alvin. "Wanita kuat, mandiri, cantik luar dalam dan terakhir kamu itu hebat. Kadang aku merasa gak pantas bersanding dengan kamu. Beruntung malam itu Allah pertemukan kita di tengah jalan, meskipun dalam keadaan kamu nggak baik-baik aja." Sambung Alvin. Di sela tidurnya, Felli menggeliat kecil membuat Alvin gemas. "Kaya

