Reynand sedang berada di kantornya. Sedang mengerjakan tugas yang lumayan menumpuk di balik layar. Dia juga masih mengurus masalah tentang Fakhri. Fakhri meninggal di tempat, dan di yang memukul kepala Reyna sampai Reyna hilang ingatan sedang proses sidang. Tentu saja, Reynand maupun keluarga Reyna tak akan membiarkan orang itu lepas dari jeratan hukum. Reyna sudah diperbolehkan pulang sejak kemarin sore, Reynand begitu bahagia karena Reyna maupun anaknya yang dikandung Reyna kuat dan Sehat. Reyna juga bersedia untuk melakukan terapi dan cek rutin, agar ingatannya kembali. Banyak sekali orang yang menyemangati Reynand, dan itu membuat Reynand semakin kuat untuk mengahadapi cobaan ini. Tiba-tiba saja handphone nya berdering, dia mengernyitkan keningnya bingung. Reyna meneleponnya, dalam

