Faira memasuki rumah dengan hati yang hancur karna hal yang telah dilihat nya. Tidak menyangka kenapa harus secepat ini rasa hancur itu muncul, tetes demi tetes airmata nya yang tak mampu di bendung telah lolos membasahi pipi faira. Bagaimana bisa pernikahan yang baru berumur beberapa hari akan hancur, faira bergelut dengan fikiran nya sendiri. Ingin rasanya faira berontak tetapi itu bukan hal yang di ingkan oleh hati nya. Karna faira pun tidak mau egois untuk melarang juan bahagia dengan pilihan nya. Di atas sofa faira merebahkan tubuhkan yang terasa sangat lemah tak berdaya, setiap ingin memejamkan mata bayangan juan dan wanita itu selalu muncul. Tak henti nya faira menangis membuat mata nya sedikit membengkak dan hingga tak sadar membuat nya tertidur karna terasa sangat capek. Ter

