BAB 28

1620 Kata

Putra membuka knop pintu apartemen nya , Dalam genggaman tangan nya terdapat tangan mungil zahra yang memegang erat telapak tangan putra. Nuansa tamaran masih begitu melekat pada ruangan apartemen putra , senyum zahra seketika mengembang. Ia merasa terenyuh dengan suasana seperti ini. Suasana yang sangat ia sukai dan sebenarnya pun suasana ini berbanding terbalik dengan putra yang menyukai nuansa terang. Putra memalingkan pandangan nya menuju ke arah zahra yang masih terlihat takjub. Dengan pelukan yang begitu mesra , Putra mendekap zahra penuh dengan rasa sayang nya. “ ada apa putra. “ Tanya zahra yang masih menikmati pelukan putra. “ mama.. “ Jawab putra lirih. Zahra semakin bingung dengan pembicaraan putra yang hanya menyebut mama nya saja. “ mama kenapa? Tadi aku sempat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN