BAB 5

919 Kata
semoga cinta ku mendapat ruang di hati mu..  karna cintamu telah membinasakan hidupku.. .... hari ini tepat hari kelulusan juan, dan juan berencana untuk merayakan nya ke puncak dengan teman-teman nya, sebelumnya juan sudah meminta ijin kepada kusuma, dan beliau pun menyetujui nya. "maa, nanti sore aku berangkat sama teman-teman maa." kata juan sembari mengambil air minum di kulkas, karna kusuma sedang asyik memasak dengan faira di dapur rumah. "iya juan, tapi bolehkah mama minta sesuatu permintaan?" tanya kusuma sambil memotong-motong sayuran yang akan di masak nya. "apa maa? jangan kawatir maa aku pasti bisa jaga diri." jawab juan sambil menepuk pelan pundak mama nya.  "bukan kamu yang mama kawatirkan tapi faira."  "kok faira maa, emang ada apa dengan faira maa?" jawab faira terkejut "soal nya besok mama pergi ke medan untuk peluncuran butik baru mama disana, pasti akan memakan waktu hingga berbulan-bulan, sedangkan faira hanya libur seminggu saja."ucap kusuma panjang lebar menjelaskan, dan mendapat anggukan dari juan "oke mama, faira akan ikut aku. ayo faa siap-siap dulu, packing keperluan kamu faa." perintah juan dan lalu beranjak pergi meninggalkan dapur. "maa, apa gak merepotkan jika aku ikut kak juan? aku di rumah saja gapap maa, atau aku bisa kepanti selama mama dan kak juan pergi."  "enggak faa, mama gak mau terjadi sesuatu hal yang aneh sama kamu." tolak kusuma dengan nada agak tinggi. "kamu masih ingat perjanjian kamu sama mama kan faa." ucap kusuma menekan kan kata janji "iya maa, aku ingat, tapi.." ucapan faira terpotong karna kedatangan juan yang mengagetkan. "ayo faa, kamu masih saja disini, kita harus kumpul dulu di rumah doni." ajak juan yang di balas anggukan faira dan segera menuju kamar nya untuk menyiapkan keperluan nya. setelah dirasa nya selesai faira keluar kamar dengan membawa tas nya yang tidak begitu besar karna acara puncak hanya dua hari saja. "udah siap faa, gak ada yang ketinggalan kan.?"tanya juan memperingatkan kembali faira "endak kak, sudah aku masukan semua di tas kok kak," jawab faira sambil menunjukan tas nya kepada juan. sebelum mereka pergi keluar rumah tak lupa juan dan faira mencium punggung tangan mama nya dan mencium kedua pipinya. "ingat,, jaga faira jangan tinggalin dia." perintah kusuma kepada juan."siap maa." jawab juan dengan mengacungkan ibu jari nya. ... setiba nya di rumah doni, juan menyuruh faira untuk menunggu di ruang tamu karna dengan buru-buru doni menarik tangan juan dan masuk ke dalam rumah doni, karna memang posisi rumah doni masih sepi. "gila kamu juan, kenapa kamu bawa adik mu, bukan nya rencana kamu mau mendekati siska?" tanya doni menjelaskan tujuan awal juan. "nyokap pergi ke medan buat peluncuran butik nya, ya mau tidak mau aku emang harus bawa faira."jelas juan "kalau siska mikir yang aneh-aneh gimana, sedangkan yang tau tentang faira cuma aku aja kan, apa entar elo bakal bilang ke semua nya kalau faira itu cuma adik loo, inget juan bukan hanya geng kita aja yang ikut, belum lagi kalau mereka-mereka membawa pasukan lain nya lagi, loo gak kasian sama faira jika harus sendirian, sedangkan rencana loo mau nembak siska." ungkap doni panjang lebar memperingati juan. "tenang don, gue bisa jaga faira." tegas juan kepada doni dan tidak lama kemudian terdengar suara benda  jatuh. juan segera membuka pintu kamar doni dengan di ikuti doni di belakang nya. jelas sekali dan nampak faira bersembunyi di belakang kursi ruang tamu dirumah doni dengan menangis sesegukan keadaannya yang tidak bisa terduga, baju yang di pakai faira sangat koyak dan lengan baju nya terobek, dan di seberang nya ada lelaki yang jelas masih dalam posisi mabuk. "rudy, apa yang kamu lakukan".teriak doni yang mendapati rudy terkapar dengan posisi mabuk berat, rudy kakak doni yang sering mabuk-mabukan. dan juan menghampiri faira yang tengah sesegukan di belakang kursi juan tak bisa membayangkan apa yang terjadi pada faira saat mereka meninggalkan nya di ruang tamu tadi, setelah apa yang di lihat juan tak habis pikir dengan diri nya yang gagal menjaga faira, baju nya yang koyak, lengan bajunya sobek, ada bekas tangan pada pipi nya, darah di sudut bibir dan dahi faira. juan melepas jaketnya dan memakaikan nya kepada faira, dengan emosi yang menjadi juan berlari menuju ketempat rudy terkapar lalu juan melayangkan pukulan nya bertubui-tubi. doni yang melihat nya melerai juan bukan karna membela kakak nya tapi doni gak mau kalau juan sampai hilang kontrol karna emosi nya. "udah bro, mending loo bawa faira pulang kasian dia." perintah doni sambil melerai juan. "dasar gadis bodoh, di beri kepuasan malah menolak."celoteh rudy di tengah kemabukan nya. "b******k" umpat juan dan melayangkan pukulan nya lagi kepada rudy. setelah doni benar menenangkan juan, juan berlalu menuju faira dan membantu nya berdiri.dan segera membawa nya pulang dan mengagalkan niat nya untuk pergi ke puncak dan rencana nya yang akan mendekati perempuan impian nya. .... sesampai nya di rumah juan membawa masuk faira dengan menggendong ala bridal menuju kamar faira, dan kusuma yang mengetauhi keadaan faira saat ini langsung menangis tak terjeda sehingga membuat juan merasa teriris hati nya, mama nya sangat menyayangi faira. setelah menaruh faira di tempat tidurnya juan menjelaskan semua kepada mama nya apa yang telah terjadi. dan mama juan tampak sangat syok mendengarnya. "bolehkah mama meminta sesuatu lagi pada mu juan?" pinta kusuma dengan nada yang sesegukan "ada apa lagi maa, apa yang sebenarnya kalian sembunyikan?"tanya juan penasaran.. "maukah kamu menikahi faira setelah dia lulus nanti." ucap kusuma yang membuat juan seketika melototkan mata nya dan terdiam memahami apa yang di maksud oleh mama nya itu. kenapa juan harus melakukan itu, apa yang di rahasiakan oleh mama nya. "kenapa aku?" batin juan bersambung
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN