BAB 31

1182 Kata

Tak beda juga seperti juan , Putra juga nampak begitu lebih bahkan sangat-sangat letih. Ia tak berpikir sama sekali akan bertemu dengan jendra , pusat kebencian nya di masalalu. Orang yang tega menipunya dan juga orang yang berniat mencelakakan zahra kekasihnya. Putra membuka knop pintu apartemen nya yang tidak terkunci karena ada zahra di dalam nya. Ia melangkahkan kakinya menuju ke sofa dan kemudian merenggangkan tubuh nya. Lalu putra memijat kening nya yang terasa begitu sangat pusing. Seakan semua terasa jika beban berat berada tepat di pundak putra hingga membuat nya merasa sedikit susah untuk bernafas. Tatapan putra terarah kepada Zahra yang sedang terlihat menyirami tanaman di luar balkon , putra menyadari jika Zahra tidak tau kepulangan putra. Semakin lama tatapan putra se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN