Putra pov ✪ Serasa begitu berat saat mataku mencoba membuka kelopak yang sedang berhimpit. Rasa dingin sangat merasuk hingga ke penjuru tulang ku. Dengan meraba-raba aku mencari keberadaan zahra , tapi aku sama sekali tak menemukan nya. “ zahra , raa. “ Panggil ku lirih menyerukan namanya. Namun sama sekali tidak ada jawaban suara dari sang pemilik nama yang aku sebut. Aku beranjak dari tempat tidur ku saat ini dan kemudian melangkahkan kaki ku menuju ke arah luar kamar. Jam di dinding pun masih menunjukkan pukul enam pagi dan ini pun juga hari minggu. Gak biasanya zahra hilang begitu cepat seperti sekarang. Aku mencoba menghubungi nya tapi lagi-lagi zahra sama sekali tak bisa untuk di hubungi. Otak ku sangat berpikir keras untuk semua yang terjadi akhir ini. Perubahan za

