Charlotte kini tumbuh menjadi gadis manis nan ceria. Rambut putihnya yang panjang dan bercahaya membuat Arabella iri karena ia tak memiliki rambut yang serupa dengan sang adik. Terlahir sebagai dewi yang terkutuk tak membuatnya malah membenci keadaan, ia bersyukur karena masihndi beri kesempatang untuk hidup oleh Raja Ulgardes dengan tinggal di sudut negeri bersama orang tuanya walaupun tanpa bersosialisasi dengan orang lain. “Charlotte! Di mana kau? Di mana kau sembunyikan sisirku?” pekik Arabella pada adiknya yang sepertinya sengaja mempermainkan kakaknya. Tak ada jawaban, namu Arabella mendengar cekikin bocah kecil ingusan dari balik lemari. Arabella mengendap-endap untuk mengagetkan adiknya. Namun, saat lemari di buka, tak ada siapapun di sana. “Charlotte! Di mana kau?” Nada Arabell

