Wiliam menyeringai k**i. Setelah memastikan bahwa Filiae benar-benar telah tewas, sang Druid kini malah menyerang bangsa Werewolf yang sedang berselisih dengan bangsa Vampire. Deflan pun segera mengoyak leher lawannya dan bergegas menghampiri Wiliam, mencoba menghentikan kegilaan sahabatnya itu. "Kamu kenapa saudaraku?" tanya Deflan dengan herannya. Ia bergerak secara refleks menahan serangan yang Wiliam tujukan ke salah satu prajuritnya. "Saudara? Aku tidak punya saudara serigala seperti mu!" cibir Wiliam, tertawa mengejek membalas Deflan. "Apa kam-" kalimat yang ingin Deflan lontarkan terhenti ketika melihat bercak-bercak darah hitam di tubuh Wiliam. Sang Alpha mengendus aroma tubuh Filiae dengan sangat jelas dari sisa darah itu. Mata Deflan langsung tertuju pada pedang perak yang seh
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


