Noel terus saja mengendap-endap, mengikuti Filiae yang meninggalkan kamarnya dan pergi ke dalam hutan yang tidak aman. Jauh dari jangkauan pengawasan mereka, kekhawatiran membuat Noel menjadi lebih siaga memantau keadaan emosi Filiae yang dia anggap tidak stabil. Lantaran setelah mengetahui kehamilannya, bukannya merasa senang, Filiae justru tampak sangat tertekan. Filiae hanya diam membisu mengabaikan berbagai nasihat yang Noa wejangkan padanya. Hingga yang terburuk, wanita itu sering kali menghilang dan pergi menyendiri entah ke mana. Seperti saat ini, Filiae terduduk bersandar pada sebuah pohon willow, termenung entah memikirkan apa. Sang Elf dengan sabar menunggu sahabatnya itu dari atas pohon tersebut, duduk di sebuah dahan besar seraya menatap ke bawah. "Noel," Noel tersentak kage

