CHAPTER 22

1588 Kata

Hutan tenang yang sejak pagi telah diusik oleh keributan pelatihan para penyihir itu kini menjadi semakin ribut, bunyi pedang besi yang saling beradu diiringi oleh suara-suara ledakan keras bola-bola sihir para pasukan Wizard itu menggema di seluruh hutan, membuat hewan-hewan kecil penghuni hutan itu berlarian ketakutan menghindari perselisihan antar ras para makhluk immortal tersebut. BAM!! BAM!! DRUAR! Semakin lama, bunyi-bunyi ledakan yang saling menyahut itu semakin keras terdengar. Ditambah lagi dengan hujan salju yang mulai turun dikarenakan sihir milik Rheon, Wizard itu mengendalikan air yang ia bekukan menjadi tombak-tombak es yang siap dilempar kapan saja. Sedangkan Filiae yang awalnya bertarung dengan pedang, kini telah membuang pedangnya dan berlari ke arah danau ketika ia mel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN