Jingga membuka pintu kamar, suasana sepi dan hening langsung menyapanya. Ia berjalan pelan menuju kasur kemudian membiarkan tubuh lelahnya ambruk. Ia memijat pelipis dengan pelan sambil berpikir bahwa apa yang ia lakukan benar. Jingga masih memikirkan kenyataan bahwa ketakutan terbesarnya akan terjadi. Peduli setan siapa yang mencium duluan, intinya Jingga sangat sakit hati ketika tahu bibir manis memabukkan milik Vano pernah menyentuh bagian penting dari Luna. Jingga tidak bisa menerima kenyataan menyakitkan itu begitu saja. Hatinya semakin perih ketika meninggalkan Vano. Inginnya, ia membawa Vano ke dalam pelukannya, tetapi gengsi dan sakit hatinya terlalu besar. Setelah mengenakan baju tidur, ia menyalakan TV untuk sekadar mencari hiburan. Gadis itu kesal hingga tertidur di depan T

