MUSIK 32

820 Kata

“Makasih udah nganterin gue, Bar.” Ketika Bara mengangkat tangannya hendak mengusap rambut Jingga, gadis itu langsung menunduk. “Bara, lo tahu, kan, gue... udah sama Vano,” ucapnya pelan. Bara kembali menurunkan tangannya kemudian tersenyum. “Gue ngerti. Sekali lagi, kalau lo butuh sesuatu, jangan sungkan hubungi gue.” Jingga mengangguk, menyeret kopernya menuju villa. Tak lupa ia melambaikan tangannya pada Bara yang sudah repot mengantarnya. Ketika ia sampai di depan pintu, Jingga menarik napasnya dalam-dalam. Hal yang pertama ia temukan adalah, bantal-bantal sofa yang awalnya tertata rapi sekarang berserakan di lantai. Bahkan, ada piring yang masih berisikan nasi dan ayam di atas sofa.  Jingga berjalan melewati ruang tamu menuju kamar yang dulu sempat ia pakai ketika menginap. Karen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN