Hikaru melihat ada gelagat aneh antara Ikota dengan Arman, namun ia tidak ingin berurusan apa-apa dengan siapapun, ia harus fokus dengan ujiaannya. “Bu Kirei,” ia memanggil pengawas. “Iya Hikaru?” “Saya boleh minta lembar jawabannya lagi? Ini sedikit rusak.” Kireina sedikit menghempaskan nafas kasar, sebelumnya Ikota, sekarang Hikaru. Namun ia tidak boleh berpikir yang tidak-tidak, dengan penuh perhatian ia langsung memberikan lembaran baru untuk Hikaru, ia ingin melihat anaknya lebih dekat. Beberapa saat ia berdiri di belakang Hikaru, sampai anaknya tersebut tidak percaya diri untuk mengisi lembaran yang baru. Kireina salah tingkah setelah Hikaru memerhatikan dirinya yang mematung dibelakang. Kireina kembali ke mejanya, memantau gerak-gerik murid jangan sampai ia kecolongan.

