buk dasmi dan pak anton berencana mengajak anak dan cucu cucunya pindah kerumah nya di kota. awal nya suci ragu, tetapi akhir nya suci pun setuju, dan anak anak nya pun mau ikut pindah ke kota. akhirnya suci dan keluarga nya pun bersiap siap untuk mengemasi barang2 mereka, sesaat mau pergi, suci menangis, karna di rumah ini ia hidup bagaikan ratu disekitar orang2 yang dia cinta, dan disini juga ia dan suami nya bisa bertahan hidup, rumah ini memiliki banyak kenangan yang tak akan bisa dia lupakan.
dia pun berjanji, akan selalu datang kesini untuk melihat rumah yang penuh kenangan, dan di dekat rumah ini juga suami nya di makam kan. suci bersiap siap untuk pergi, dan anak anak nya pun sudah menunggu, dan mereka menaiki mobil yang telah di tunggu oleh papa dan mama.
berangkat lah suci dan keluarga nya, di perjalan suci kembali menangis, dan memeluk anak anak nya, dan berkata, " semoga alm. ayah kalian tidak marah dan setuju kalo kita pindah ke rumah kakek dan nenek kalian.
sejam perjalanan akhir nya mereka pun sampai dirumah, zian dan zizan pun terkejut dengan apa yang di lihat, (rumah yang begitu besar, semua yang serba ada) zian dan zizan pun berkata, " apakah kita akan tinggal disini ya bu, suci pun menjawab " iya anak ku, ini rumah kakek dan nenek dan ini juga akan jadi rumah kita nanti nya ya nak, zian dan zizan pun senang dan masih tak menyangkan bahwa mereka akan menjadi orang kaya, sembari mereka kegirangan, kakek pun berkata, " ini adalah rumah kalian, kalian bebas lakukan apa aja, dan minta apa aja, dan kakek akan menyekolah kan kalian juga, mendengar kakek nya ngomong sekolah, mereka pun senang dan memeluk kakek dan nenek nya sambil berkata terima kasih ya kek, ya nek, suci yang melihat anak anak nya senang dia pun hanya bisa terseyum, dan juga bilang terima kasih kepada papa dan mama nya.