59

3481 Kata

Samar-samar yang tercium adalah aroma pengharum ruangan. Serta sayup-sayup bisik dari luar ruangan yang masuk secara sembarangan ke kamar. Valerie merasa ini kamarnya. Kamar yang ia tempati setelah menikah. Karena merasakan aroma yang khas, yang tidak terlalu pekat tetapi terasa damai. "Kau sudah sadar." Kalimat itu berupa pernyataan, bukan pertanyaan. Manakala ia membuka mata, dan dihadapi sosok dingin yang berdiri di tepi ranjang. Kemudian meminta pada Lamia untuk pergi dan menutup pintu. Membiarkan dirinya berdua bersama sang istri. "Aku tidak ingat apa pun. Yang aku ingat aku bersama si kembar dan Gema, lalu semuanya gelap. Apa yang terjadi?" Liam membuang napas. Menarik kursi untuk duduk lebih dekat. Dan Valerie seketika mengernyit, mencoba menebak-nebak berapa lama dia tidak sada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN