Selayaknya pesta pernikahan yang biasa diadakan Royal Wedding sebelumnya, Valerie bisa merasakan atmosfir berbeda kala dirinya mematut penampilannya di depan kaca. Setidaknya ada empat penata rias pengantin yang memastikan dirinya tampil sempurna. Bersama Andelia, yang banyak membantu merubah Valerie. Dari si upik abu menjadi putri sebenarnya. Andelia tidak pernah berhenti tersenyum. Valerie menatapnya ramah, tidak pernah merasa menyesal mempercayakan dirinya pada wanita itu. Andelia memang luar biasa. "Kau tampil sempurna. Astaga. Sudah berapa lama kita tidak berjumpa?" Valerie tertawa saat dia kembali duduk dan membiarkan rambutnya ditata sekali lagi. Saat penata rias mencoba memasangkan mahkota yang berlapiskan tiara di atas kepalanya. "Kau yang terbaik, Andelia. Sudah cukup lama. Da

