51

1039 Kata

"Aku akan berlutut di depanmu." Sengatan rasa panik itu menyerang Valerie secepat laju angin. Saat matanya melebar, menatap bagaimana raut sang suami yang hancur dan tampak porak-poranda karena dirinya. Semua emosi tergambar di sana. Gelisah, cemas, bingung, marah, dan putus asa. Robot hidup ini begitu kontras dengan sebelumnya. Pengaturan yang tertanam alami di kepala Liam seakan mengontrolnya untuk tetap tenang dalam kondisi apa pun. Termasuk mentaati perintah logika dibanding hati. "Kau tidak perlu lakukan itu," Valerie marah. Tidak sepantasnya Liam berbuat sejauh itu untuknya. "Kau tidak akan melakukannya. Aku tidak mau." "Katakan saja apa yang kau mau. Apa yang harus aku lakukan agar kau tetap tinggal?" Intonasi suaranya seperti memohon. Meski masih terselip paksaan, Valerie mera

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN