30

1253 Kata

"Kau marah padaku?" "Tidak." Valerie bicara tanpa menatap matanya. Saat Liam mendesah pendek, memandang wanita itu yang serius menatap pada rangkaian bunga yang tersulur di batang pohon dan merekah karena cahaya sinar matahari. "Untuk yang kemarin—," "Lupakan saja." Gadis itu menghela napas, seakan tidak mau berdebat atas hal apa pun. "Aku hampir lupa soal yang kemarin." "Kau tidak mungkin melupakannya," sergah Liam cepat. "Aku sudah memeriksa bibimu. Dia merasa lebih baik sekarang. Aku benar-benar minta maaf." Valerie melepas pandangannya dari bunga Aster yang tumbuh subur di kebun bunga kastil. "Kenapa kau yang harus minta maaf? Kau tidak salah apa pun." Liam sempat kehilangan suaranya. "Tentang Kamara. Wanita itu membuat kita semua kesulitan. Dan ada beberapa hal yang tidak bisa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN