“Vina, ayo bangun.” tiba-tiba indra pendengar ku di sapa oleh suara itu, entah aku bermimpi atau memang ini nyata. “Vina sayang bangun Nak.” Panggil nya lagi, aku pun membuka mata ku. Ku tatap wajah wanita yang selama ini aku rindukan, pelukan, kasih sayang, senyuman, tawa, semuanya ada di depan mata ku. “Mama!” lirih ku, aku bisa merasakan mata ku memanas dan pipi ku sudah basah. “Kenapa kamu nangis hem?” tanya nya. Dia membawa ku dalan pelukannya. “Aku kangen Ma, kangen banget, kenapa mama ninggalin aku sama papa?” tanya ku, aku mulai terisak dalam pelukannya. “Mama selalu ada di samping kamu dan papa sayang.” Jawab nya. Aku mengurai pelukan kami, dan menatap mata hitam milik mama. “Mama bohong, mama ninggalin kami, mama pergi jauh dari kami, kenapa mama nggak bawa aku aja sama

