Cerita Rajakusuma

1975 Kata

___ Senyummu mengalahkan gula, maka aku siap membawa diri sebagai teh dan kopi____ Flashback disaat keduanya berpisah. Adelia sulit berdamai dengan matanya, setiap malam di kamar apartemen, hanya menatap sisi kosong tanpa teman berbincang. Biasanya akan ada uluran tangan Dimas sebagai bantal sepanjang malam, namun setelah berpisah justru ia merasakan kehilangan, kerinduan tanpa sumber pasti. Duduk, mengubah posisi lalu membuka jendela. Tiba – tiba menangis sendiri membayangkan Dimas di desa, suaminya di tinggalkan begitu saja.Bagaimana keadaannya setelah memasuki bulan ke – dua berpisah, apakah lelaki itu baik – baik saja? Adelia rindu segala perhatian dari lelaki desa itu, bau tubuhnya dan segala ekspresi lembut yang tersuguhkan tanpa tuntutan, padahal Dimas membawa tekanan beban pali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN