_ If you hate, you will love___ Sebulan berlalu, perputaran jam yang tidak disadari oleh Adelia. Sedikit demi sedikit berhasil menghapus nama Arden, walaupun sesekali rasa rindunya merasuk ke relung jiwa, namun ia percaya semua akan berlalu tanpa luka. " Bu, sore – sore seperti ini makan rujak pasti segar." Ucap Adelia pada sang mertua, tangannya sibuk memotong kacang panjang untuk menu makan malam." Apa di sini ada orang jual rujak?" "Kamu mau?" Ratih menatap Adelia di sebelah. Satu hal yang di syukuri oleh Adelia, mertuanya begitu baik sekalipun ia tidak bisa mengerjakan banyak hal, belum lagi adik – adik iparnya yang menganggap sebagai kakak sendiri. Seberuntung itu ia menjadi bagian keluarga Dimas yang tidak banyak menuntut, hanya saja ia tidak bisa menerima Dimas dalam pelukan era

