Bukan Dia

1229 Kata

Entah alasan apa yang Dimas katakan pada Umminya, Adelia hanya bersyukur karena dapat menikmati kasur empuk di kamarnya, rumah mewah milik Umminya menjadi pelepas rindu. Setelah membersihkan diri, menikmati setiap aliran air hangat. Membangunkan syaraf - syaraf yang mati akibat menetap cukup lama dikediaman orang tua Dimas. Suara Televisi mengisi kesunyian, acara yang tidak Adelia sukai namun cukup menjadi teman. Ia menambah daya handphone, mengganti pakaian mandi dengan baju tidur. Kalau Dimas melihat tubuhnya saat ini, sudah pasti jiwa sebagai lelakinya itu bangkit. Adelia mendengus, mematutkan tubuhnya sekali lagi di depan kaca. Ia terlalu sempurna untuk Dimas yang terlalu sederhana. Sengaja, handphone di non - aktifkan. Ia tidak ingin diganggu. Baik sahabat, Arden apalagi Dimas. Ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN