Untukmu yang menjadi takdir, Perancang jalan hidup paling indah itu Allah, menulis nama kita di lauhul mahfuz sebegitu rapinya untuk menemani perjalanan yang terjal didunia fana. Aku fikir, kamu adalah kesalahan yang membuat aku akan terjatuh terlalu jauh tanpa arah, tanpa sebuah kebahagiaan namun, semuanya hanyalah fikiran dangkal dari perempuan yang awam bernama Adelia Pertiwi. Maaf, aku pernah berontak agar kita saling melepaskan. Kita tidak menjadi orang yang berpasangan, diantara kita menyelesaikan pernikahan tanpa ikatan cinta dan ternyata Allah inginnya kita saling bergenggaman. Mencari kehidupan, sambil belajar dari kesalahan – kesalahan yang pernah kita lalui berdua. Kamu tempat aku berpulang ketika lelah, kamu yang aku cari guna menyandarkan kepala dibahumu. Dadaku ter
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


