“Apa yang terjadi pada Airin selama menikah dengan Bram, Mbak?” tanya Puspita, ibu Airin kepada Sekar saat bertamu malam itu ke rumah besannya. Terbongkarnya kejahatan Bram membuatnya syok. Bram di matanya adalah sosok menantu tak bercela. Tetapi mendengar kabar bagaimana pria itu mencelakai Kara dan Riyu, membuatnya berasumsi lain. Puluhan pertanyaan dan spekulasi ibarat riak kecil yang lama-lama berkumpul menjadi gelombang besar dan siap memporak-porandakan hubungan mesra antara dua keluarga. “Setahu kami mereka baik-baik saja, Mbak. Kami juga tidak tahu bagaimana bisa jadi begini,” jawab Sekar resah. Ia merapat pada suaminya yang juga tertunduk malu. “Tidak mungkin!” pekik ayah Airin nyaring. “Sabar, Pa. Ingat jantung Papa,” ucap Viko mengelus-elus punggung ayahnya menenangkan. Pu

