Waktu menunjukkan pukul 09 : 00 namun tejo belum juga bangun, hingga membuat emak tejo yang begitu killer sangat marah.
"..tejooooooooooo..banguuuunnn..kalo nggak bangun emak siram nih..". teriak emak tejo sambil membawa ember berisikan air.
"..iya mak bentar lagi..nanggung masih ngantuk". Jawab tejo yang hendak tidur lagi.
Emak tejo yang sangat kesal dengan jawaban tejo mulai menyiram tejo hingga basah kuyup.
"..byuuuurr.." suara air pun menerjang tubuh tejo hingga basah kuyup.
"..apa sih mak..tejo jadi basah kan..ahhh emak nggk ngerti orang ngantuk apa..". Jawab tejo yang kesal karena disiram emaknya.
"..ooohh..berani kamu marahin emak ya..bangun sekarang terus ngarit..kalau nggak mak siram lagi nih..". Jawab emak tejo sambil menjewer kuping tejo.
"..ampuuunn maaak..iya tejo bangun terus cuci muka..". Jawab tejo yang ketakutan karena di jewer si emak.
Tejopun mulai cuci muka dan bersiap berangkat ngarit(nyari rumput).
"..mak..tejo berangkat...aasalamu'alaikum..". Pamit tejo ke emak dengan wajah cemeberutnya.
"..walaikumsalam..itu muka gak usah cemberut gitu..anak lanang(laki) malesnya bukan main..". Ucap emak yang kesal melihat wajah cemberut tejo.
"..tau ah gelap..". Jawab tejo sambil lari.
"..bocah edaaaan..". Ucap emak sambil melempar sandal ke arah tejo.
Tejopun mulai melakukan tugas negaranya yaitu ngaret.
"..heehh mput rumput..kapan ya aku jadi orang kaya..pasti enaak banget..gak perlu ngariiiiiiiiit terus setiap hari..bosen lah aku cuk..". Tanya tejo pada rumput yang sedang bergoyang.
Waktu menunjukan pukul 11 : 30 tejopun pulang dan bersiap untuk pergi ke kampus.
"..mak...tejoo berangkat ya..". Pamit tejo sambil mencium tangan emak.
"..ingat ya pesen mak kalau sampek kau tawuran lagi mak jewer kuping kamu sampek putus..". Ucap emak.
"..ja..ja..jangan mak entar tejo gak punya kuping dong..". Jawab tejo.
"..ya mangkanya nurut sama emak..". Ucap emak.
"..iya mak..yaudah tejo berangkat assalamu'alaikum..". Pamit tejo.
"..wa'alaikumsalam..".
Sesampainya tejo di kampus, tejo mulai menghampiri teman temannya.
Tejo yang dirumah terlihat cupu karena takut sama emaknya namun berbeda saat di kampus, di kampus..tejo sangat di hormati dan di takuti mahasiswa mahasiswa lainnya.
Tejo yang sedang asik menyeruput kopinya, tiba tiba melihat gengster dari kampus lain melintas di depan warung tersebut.
"..woeee berhenti..kejarr..". Teriak tejo.
Tejo yang hanya beranggotakan 5 orang ini berani mengejar para gengster yang memiliki jumlah lebih banyak dari geng tejo.
Para gengster ini adalah musuh bebuyutan tejo, para gengster itu pun berhenti dan melihat ke arah tejo.
Namun tejo tanpa basa basi langsung menghantam ketua gengster tersebut hingga jatuh dan tawuran pun terjadi.
Karena tejo melihat ada dosen di kejauhan melihatnya, akhirnya mau tidak mau tejo pun harus lari agar tidak ketahuan, namun ternyata tejo di kejar oleh 5 orang musuhnya.
Di kejauhan ada seorang wanita yang hendak keluar dari toko emas dan saat wanita itu akan memasukan perhiasanya ke dalam tas, tiba tiba tejo menabrak wanita itu hingga jatuh.
"..braaak..".
"..ma..ma..maaf mbak.". Tanya tejo dengan wajah panik dan ingin berlari dari wanita cantik tersebut karena takut.
Tejo mulai kabur dari wanita itu namun di tangkap oleh sopir si wanita.
"..haa mau kabur kamu ya..". Ucap sopir dari wanita tersebut.
"..whoee jangan kabur kamu..". Ucap wanita tersebut dengan nada marah dan memukulkan tasnya ke arah tejo.
"..ampun mbak..ampun..". Ucap tejo yang panik karena di pukuli tas oleh wanita itu.
Wanita itu pun juga panik karena perhiasan yang akan di masukan ke tasnya tadi hilang dan tidak ketemu walau telah di cari cari.
Disisi lain, 5 gengster tadi menemukan tejo dan hendak menghajarnya.
Namun saat sudah dekat dengan tejo, ke 5 gengster tersebut tidak berani menghajar tejo karena di situ ramai dan ada satpam juga.
Akhirnya ke 5 gengster itu pergi meninggalkan tejo.
Sementara itu tejo di bawa oleh wanita itu dan sopirnya ke kantor polisi karena menghilangkan perhiasannya yang berharga jutaan rupiah dan harus bertanggung jawab atas hilangnya perhiasan tersebut.
"..ampun mbak jangan bawa saya ke kantor polisi saya bukan pencuri..". Ucap tejo sambil membelakangi wanita di sampingnya.
Namun wanita tersebut tidak perduli dan tetap akan membawanya ke kantor polisi.
Ditengah perjalanan mobil yang mereka tumpangi di hadang oleh 4 orang perampok.
Mobil merekapun di gedor gedor, wanita itu ketakutan begitupun juga dengan sopirnya.
Mau tidak mau mereka harus turun, rampok itu mulai mengambil tas dan kunci mobilnya.
Saat rampok itu hendak mengacak ngacak tas wanita tersebut, tiba tiba tejo memukul salah satu rampok hingga jatuh dan perkelahian pun terjadi.
Akhirnya rampok itu tidak berdaya menghadapi tejo yang jago dalam beladiri.
Kerana tejo sudah menyelamatkan wanita itu akhirnya wanita itu memberi keringanan pada tejo dangan tidak membawanya ke kantor polisi.
"..terima kasih sudah menolong saya..tapi kamu tetap harus bertanggung jawab atas hilangnya perhiasan itu..". Ucap wanita itu kepada tejo.
"..ba..baik..mbak..". Jawab tejo yang tetap tidak mau menatap si wanita itu.
"..siapa nama kamu..". Tanya si wanita.
"..na..nama saya tejo mbak..". Jawab tejo
"..ka..kalau mbak sendiri namanya siapa..".tanya tejo.
"..saya nindi..sekarang ikut saya ke kantor saya..".
Tejo pun mengikuti apa kata nindi, karena dia bingung jika sampai lari dia akan di laporkan polisi dan pasti dia akan di hajar habis habisan oleh emaknya.
Merekapun akhirnya sampai, nindi dan tejo mulai turun dan berjalan ke arah ruangan nindi.
Tejo semakin panik karena disana banyak sekali wanita cantik yang membuat dirinya hampir pingsan.
Tejopun mulai di interogasi oleh nindi.
"..apa pekerjaan kamu setiap hari..". Tanya nindi.
"..sa..saya ngaret mbak..". Jawab tejo sambil menunduk.
"..apa itu ngarit..". Tanya nindi.
"..mencari rumput untuk makan kambing mbak..". Jawab tejo.
"..oohh..bisa nggak kalau ada orang ngmong lihat orangnya..". Ucap nindi dengan nada tegasnya.
Tejo hanya diam karena tejo semakin down dan mulai kebingungan.
"..haduhh..gimana ini..bisa hancur martabat saya sebagai cowok kalau saya pingsan di depan mbak nindi..". Ucap tejo dalam hati.
"..mana ktp kamu..saya sita ktp kamu sampai kamu bisa mengembalikan perhiasan saya..". Ucap nindi.
"..ini mbak..". Jawab tejo sambil memberikan ktpnya.
"..ya sudah..sekarang kamu boleh pulang..tapi tulis nomor telfon kamu dan ingat jangan pernah kabur dari saya..mengerti..". Ucap nindi.
"..baik mbak..saya permisi dulu..assalamu'alaikum..". Pamit tejo yang tidak sedikitpun menatap nindi.
Tejo akhirnya pulang dan segera menuju kampus.
Setelah sampai di kampus, tejo terkejut karena di panggil untuk menghadap dosen di ruanganya.
Ternyata tejo di keluarkan dari kampus karena kesalahanya yang berkali kali, dia di anggap mencemarkan nama baik kampus karena menurut laporan dari anggota gengnya tadi dialah yang menjadi penyebab terjadinya tawuran dan dia juga yang pertama kali memukul mahasiswa dari kampus lain itu.
Tejopun pulang dengan wajah yang penuh dendam dan akan manghajar teman teman yang menghianati dirinya.
Pelajaran pun selesai, para mahasiswa pun keluar dari kelas mereka masing masing.
Ke 4 anak buah tejo sudah keluar gerbang kampus dan mereka ber 4 kaget ternyata tejo menunggu mereka dengan tatapan tajam.
Karena kaget tiba tiba ke 4 anak buah tejo itu lari terbirit b***t.
Namun tejo berhasil menangkap 1 anak buahnya dan memukulinya hingga babak belur.
"..penghianat..ba****t..". Ucap tejo sambil memukuli temannya itu.
"..ampun jo ampun..aku gak bermaksut khianatin kamu..ampun jo..". Ucap salah satu anak buah tejo yang sudah babak belur.
Teman tejo pun menangis dan meminta maaf, dia terpaksa melakukan itu.
"..maafin aku joo..kamu kan tau aku kuliah dengan uang emak ku..emak ku kerja keras buat aku joo..kalau aku sampek di keluarin gimana perasaan mak ku..jangan egois jo..lagian ini juga salah kamu kan..meang kami yang memulainya..". Ucap teman tejo sambil menangis.
Hati tejo pun bergetar mendengar perkataan temannya itu dan mulai menyadari dialah yang salah dengan kejadian ini.
Tejopun ikut menangis dan memeluk temannya tersebut untuk meminta maaf.
"..maafin aku bro..aku udah kelewatan..iya ini salahku..". Ucap tejo sambil menangis.
Tanpa di duga ke 3 temannya pun kembali menghampiri tejo dan bersujud meminta maaf, mereka rela di hajar oleh tejo asal tejo mau memaafkan mereka.
Namun tejo justru memeluk mereka ber 4 dan meminta maaf atas kejadian ini.
".. aku minta maaf ya sama kalian atas kesalahanku selama ini..mulai besok kalian udah gak akan bareng aku lagi di kampus ini..ku harap kalian berubah menjadi lebih baik dan tuntaskan kuliah kalian..jika ada apa apa, aku siap bantu kalian..". Ucap tejo.
"..maafin kami juga ya jo..kami terpaksa..". Ucao teman teman tejo sambil menangis.
Tejo pun pergi dan segera pulang.
Saat di rumah, tejo mulai berbicara pada emaknya agar berhenti membiayai kuliahnya dan ingin mencari uang sendiri untuk membayar kuliah.
Emaknya pun menangis dan bersyukur akhirnya tejo sadar dan mau menjadi lebih baik.
Tejo terpaksa membohongi emaknya agar tidak menyakiti hati emaknya dan berjanji akan mengganti semua uang emaknya yang di buat bayar kuliah.
Semenjak keluar dari sekolah, tejo rajin mengarit.
Disaat tejo sedang ngarit, tiba tiba ia kaget melihat mobil yang tidak asing di matanya.
Dan benar ternyata itu adalah mobik nindi.
Nindi merasa heran dengan tejo, melihat tejo yang begitu tampan dan tubuh yang sempurna tapi mau melakukan hal yang sulit seperti ini.
Nindi pun merasa iba dengan tejo karena dia tidak gengsi dengan pekerjaanya.
"..tejoo..kemari kamu..". Panggil nindi.
"..iya mbak..maaf mbak saya belum punya uang buat ganti perhiasan mbak..". Ucap tejo sambil menunduk.
"..saya tidak peduli..sekarang cepat ganti perhiasan saya atau kamu saya bawa ke kantor polisi..". Ucap nindi
"..jangan mbak..beri saya waktu ya..saya janji paaaasti saya ganti..". Ucap tejo.
"..sekarang ajak saya kerumah kamu,dan saya ingin bertemu orang tua kamu..". Ajak nindi.
"..baik mbak silahkan lurus aja nanti belok kiri ada rumah warna hijau..itu rumah saya..". Jawab tejo.
"..Kamu ikut saya naik mobil..". Ajak nindi.
"..tapi mbak..saya kotor e..". Jawab tejo.
"..udah cepetan masuk..". Ajak nindi dengan tegas.
"..baik mbak..". Jawab tejo.
Tejo akhirnya masuk ke mobil dan tak lama kemudian dia sampai di rumah tejo.
Nindi melihat rumah tejo yang lumayan baguslah jika di daerah perdesaan.
Tejopun meminta kepada nindi agar tidak menceritakan kejadian itu kepada emaknya namun nindi hanya diam dan turun dari mobil.
"..assalmu'alaikum..maakk..ada tamu..". Ucap tejo.
"..Iya..joo..". Sahut emak.
Betapa kagetnya nindi melihat emak tejo yang ternyata sudah tua dan akhirnya nindi tidak tega untuk mengatakan yang sebenarnya namun nindi bingung harus ngomong apa ke ibunya karena dia sudah terlanjur masuk.
"..permisi buk.." ucap nindi kepada emak tejo.
"..iya silahkan masuk nak..nak ini pacarnya tejo ya..uuuhhh cantik banget..pinter kamu milih pacar joo..bangga mak sama kamu..". Ucap mak tejo.
Sontak perkatataan mak tejo membuat nindi kaget.
"..loh..loh mak dia ini..". Belum selesai tejo bicara, tiba tiba di potong oleh nindi.
"..iya buk..hehe..". Ucap nindi yang membuat tejo kaget gelagapan.
Tejo merasa heran dengan nindi, tejo pikir nindi akan bercerita yang sebenarnya dan mambuat emaknya marah besar.
"..ternyata mbak nindi baik juga orangnya..udah cantik sopan sama orang tua..coba aja dia istriku..pasti bahagia urepku..hihihi..". Ucap tejo dalam hati.
Nindi dan emak tejo mengobrol seru hingga lupa kalau nindi ada jadwal meeting hari ini namun tidak tau bagaimana caranya mengakhiri perbincangan ini karena jujur dalam hati nindi baru kali ini bisa tertawa bebas lepas seperti ini.
"..tejo ini punya phobia kalau ketemu sama cewek cantik yang baru di kenalnya..". Ucap emak tejo.
"..ohh ya buk..hahaha..". Nindi pun tertawa kencang.
Mau tidak mau akhirnya nindi memberanikan diri untuk pamit.
"..emm buk saya minta maaf ya saya harus pergi dulu..lain kali kita lanjutin lagi..soalnya ada meeting di kantor dan ini sudah telat hehe..". Ucap nindi.
"..iya nak..sering sering main kesini ya..nanti kalau tejo godain cewek lain biar ibu jewer..". Ucap emak tejo.
"..iya buk..kalau gitu saya pergi dulu..permisi..". Pamit nindi.
"..urusan kita belum selesai..awas nanti kamu ya..". Bisik pelan nindi ke tejo sambil melotot ke arah tejo.
"..iya mbak..". Jawab tejo sambil nunduk.
Di tengah perjalanan menuju kantor, entah kenapa hati nindi sangat nyaman saat berada di rumah tejo disana dia merasakan kesenangan,ketulusan,kecerian dan semua itu membuat moodnya kembali fresh.
Keesokan harinya nindi memutuskan untuk berkunjung lagi ke rumah tejo karena ingin menenangkan pikiran dan masih penasaran akan kehidupan di kampung tejo.
Nindi berangkat sendiri ke rumah tejo tanpa ditemani oleh supirnya.
Setelah sampai di rumah tejo, nindi melihat tejo yang hendak bersiap siap untuk pergi ngarit namun di hentikan perjalananya oleh nindi.
"..mau kemana kamu..". Tanya nindi.
"..mau ngarit mbak..". Jawab tejo.
"..tunggu..saya ikut..". Ucap nindi.
"..loo jangan mbak..ngarit itu kotor..nanti rambut mbak kusut gimana..". Ucap tejo.
"..udah jangan banyak bacot..". Jawab nindi.
"..ehh nak nindi..udah dari tadi..masuk dulu nak biar ibuk bikinin teh..". Ucap emak tejo yang baru keluar dari rumah.
"..nanti aja buk..saya mau nemenin tejo ngarit..". Ucap nindi.
"..loo jangan nak nanti kamu kotor capek juga lo..". Ucap emak tejo.
"..gpp buk tenang aja..". Ucap nindi.
"..yaudah..ati ati lo nak nindi..tejoo di jaga baik baik lo ya nak nindinya..kalau sampek kenapa kenapa tak jewer kupingmu..". Ucap emak tejo.
"..injeh mak..tejo ngaret dulu mak..assalamu'alaikum..". Pamit tejo.
"..wa'alaikumsalam..ati ati ya nak nindi..". Ucap emak.
"..iya buk..". Jawab nindi.
Ditengah perjalanan, nindi merasa nyaman sekali melihat pohon dan rumput rumput hijau di sekelilingnya udara yang sangat sejuk seperti berada di surga dan itu membuat dia bisa melupakan masalahnya sekarang.
Keseruan ngarit bersama tejo benar benar membuat dia merasa bahagia.
Sesuatu yang belum pernah dia rasakan selama ini akhirnya bisa dia rasakan di tempat ini bersama tejo.
Waktu pun berlalu begitu cepat, tak terasa sudah hampir sebulan dia menemani tejo untuk ngarit.
Tidak ada penyesalan ataupun rasa bosan yang terlihat di wajah nindi, justru dia selalu ceria saat ngarit bersama tejo.
Walau mereka sudah hampir sebulan mereka bersama, tejo tetap tidak berani menatap wajah cantik nindi karena masih takut.
"..heehh jo..boleh nggk aku minta sesuatu ?..". Tanya nindi.
"..minta apa ya mbak ?..". Tanya balik tejo.
"..panggil saya nindi..jangan panggil mbak bisakan..". Jawab nindi.
"..ohh bisa kok mbak..emm maksutku nindi..". Jawab tejo sambil tetap menunduk.
"..yang ingin ku minta bukan itu..tapi..bisa nggak sekali aja kamu lihat aku kalau aku lagi ngmong..". Ucap nindi.
"..emm maaf mbak..anu..". Belum selesai tejo berbicara tiba tiba tangan nindi mengarahkan wajahnya tepat di depan wajah tejo.
tejopun sontak kaget melihat wajah nindi yang begitu sangat cantik, hal itu membuat jantungnya berdetak sangat kencang dan akhirnya tejopun pingsan di tempat.
"..loo joo..tejo bangun..kamu bangun atau saya tampar kamu..ini nggak lucu ya..". Ucap nindi dengan wajah marah dan panik.
"..haduuh..gimana dong ini..tejoo bangun..ihh..tolooong..tolong..". Ucap nindi yang melihat tejo tidak bergerak sama sekali.
Tak berselang lama, ada beberapa tetangga tejo lewat dam akhirnya tejopun di angkat kerumah oleh orang-orang tersebut dan akhirnya tejo bisa sampai di rumah.
Nindi yang panik langsung menemui emak tejo dan memint maaf.
"..buk maafin saya buk..gara gara saya tejo jadi pingsan..". Ucap nindi.
"..tenang aja nak nindi..biasa ini..pasti dia nggak sengaja lihat wajah kamu..ya begini ini tejo..". Jawab emak tejo.
"..oalah jo..jo..masak ngeliat pacarnya sendiri pingsan..". Ucap mak yang sedang memijit kepala tejo.
"..terus gimana dong buk..apa di bawa ke rumah sakit aja biar cepet sadar..". Ucap nindi.
"..nak nindi jangan khawatir..ini hal biasa..udah sering tejo begini ini..apalagi dulu awal-awal masuk sekolah..kampus..ya begini ini..". Ucap mak tejo.
Tak lama kemudian tejo sadar dengan gelagat tubuh yang kaget.
"..kamu ini gimana to jo..masak sama pacarnya sendiri kok pingsan..". Tanya emak kepada tejo.
Tejopun masih terdiam dan masih takut memandang nindi, sementara itu emak tejo pergi ke dapur.
"..saya minta maaf ya jo..". Ucap nindi.
"..gak papa kok nin justru saya yang minta maaf karena membuat mbak ketakutan..". Jawab tejo.
Setelah mendengar tejo berbicara, nindi pun mulai berbicara dalam hatinya.
"..nggk tau kenapa..aku nyamaaaan banget deket sama kamu jo..kamu itu unik,sopan,baik,ganteng lagi...belum pernah dalam hidupku aku nemu cowok seperti kamu..". Ucap nindi dalam hati.
Keesokan harinya, nindi mengajak tejo ke psikiater untuk mencoba mengobati tejo.
Namun kata psikiater tersebut, tejo bisa sembuh bila dia mau membiasakan diri dan melawan ketakutan itu.
Akhirnya nindi membantu tejo agar dia bisa sembuh dari penyakit yang di alaminya.
Nindi meminta agar tejo bekerja di tempat nindi agar setiap hari bisa datang ke kantornya untuk bekerja sekaligus mengobati penyakit tersebut.
"..besok kamu mulai kerja disini..dan jangan banyak tanya..lakukan apa yang saya minta..bisa kan..". Ucap nindi..
"..iya nin..makasih ya udah ngasih aku pekerjaan..". Ucap tejo.
"..sekarang aku mau coba ngelatih kamu supaya penyakitmu itu sembuh..". Ucap nindi.
"..gimana caranya nin..". Tanya tejo.
"..tutup mata kamu dan jangan di buka sampai aku bilang buka..". Ucap nindi.
"..iyaa..". Jawab tejo.
Tejopun menutup matanya erat-erat dan nindi bersiap siap untuk melatihnya.
Nindi mengunci pintu ruangan setelah itu dia mulai membuka jas kerjanya dan hanya menyisakan kaos dalam tanpa lengan, kemudian nindi berpose sedang memegang rambutnya yang panjang serta memperlihatan tanganya yang sangat mulus.
"..sekarang buka mata kamu jo..". Ucap nindi.
Tejopun kaget melihat pemandangan yang indah di depan matanya dan tejo mulai lemas dan akhirnya pingsan.
Percobaan pertama gagal namun nindi dan tejo tida menyerah mereka terus mencoba hingga akhirnya setelah 1 minggu mencoba akhirnya berhasil juga.
Kini tejo sudah terbiasa melihat kecantikan nindi.
Nindi masih penasaran dan mencoba sekali lagi.
Setelah tejo membuka mata dia melihat nindi berdiri di depan matanya dan akhirnya dia sudah tidak pingsan lagi.
karena terbius kecantikan nindi tejopun perlahan mendekatkan wajahnya ke arah wajah nindi, terlihat wajah nindi yang memerah menandakan nindi menginginkan lebih.
Tanpa nindi sadari tangan tejo sudah berada di kedua pundaknya.
Nindipun tak mampu berkata kata melihat wajah tampan dan tubuh tinggi kekar tejo membuat jantungnya berdetak sangat kencang.
perlahan-lahan bibir tejo telah menempel di bibir nindi dan tangan tejo mulai turun kebagian tertentu nindi, nindi pun tak menolak sedikitpun perlakuan tejo, justru nindi terlihat sangat menikmati adegan itu.
Namun tiba tiba nindi sadar dan menampar tejo.
"..lancang kamu tejo..". Ucap nindi dengan nada marah
"..maaf nin..maafin aku..aku lepas kendali..". ucap tejo yang sangat ketakutan.
"..keluar dari ruangan saya sekarang..". ucap nindi yang sangat sangat marah pada tejo.
"..tapi nin..". ucap tejo.
"..keluaaaaaaaaar..". teriak nindi yang sudah benar benar marah pada tejo.
nindi marah bukan karena peelakuan tejo kepadanya, tapi karena nindi mulai faham bahwa di jatuh cinta pada tejo.
kenyamanan yang di berikan tejo membuat dia benar benar bahagia, namun karena tejo umurnya lebih muda 5 tahun dan derajat mereka berbeda, hal itu membuat nindi menangis.
setelah selesai kerja, tejo bergegas menemui nindi untuk mengundurkan diri.
"..nin..maaf aku mau resign aja dari sini..jujur aku yang salah dan tak tau terima kasih sama kamu..kalau kamu mau lapor polisi silahkan nin..aku ikhlas menenbus kesalahanku..karna sampai saat ini aku belum bisa kembaliin perhiasan kamu dan malah banyak merepotkan kamu..". ucap tejo.
"..terserah kamu..dan ini gaji kamu selama kamu kerja disini..". ucap nindi.
"..terima kasih..tapi ini aku kasihkan ke kamu lagi sebagai cicilan awal buat perhiasan yang hilang itu..dan sisanya nanti aku cicil..". ucap tejo.
"..masalah yang tadi aku..". ucap tejo yang belum selesai berbicara..".
"..keluar kamu sekarang..keeeeluuuuaaaar..". ucap nindi dengan amarah yang membara.
tejopun pulang dengan penyesalan di wajahnya.
saat tejo berada di parkiran tejo melihat dua karyawan nindi sedang berdiskusi dengan beberapa preman namun preman-preman itu tidak asing di matanya.
ternyata setelah diam-diam di dekati tejo mereka adalah preman yang pernah hampir merampok nindi waktu itu.
karena merasa khawatir dengan nindi, akhirnya tejo menunggu nindi sampai pulang.
waktu telah menunjukan pukul 07 : 00, kantorpun sudah sepi tinggal nindi yang belum keluar.
akhirnya setelah menunggu sebentar lagi,tejo melihat nindi keluar dari kantor.
dan firasatnya benar preman itu hendak merampok nindi lagi.
tejopun dengan sigap datang untuk menghajar para rampok itu lagi dan akhirnya nindi selamat.
tejo hendak menunjukan rekaman preman dan salah satu karyawannya itu tapi nindi tetap masih marah dan tidak menghiraukan panggilan tejo.
sudah 2 hari tejo tidak terlihat di kantor dan sudah lama juga nindi tidak ke rumah tejo.
nindi sangat rindu pada tejo dan tak tau harus bagaimana lagi.
nindi hari ini melanjutkan lembur hingga larut malam dan berada sendirian di dalam kantor.
karena keadaan kantor sepi tiba-tiba nindi mendengar suara langkah kaki di depan pinti.
saat nindi hendak mengunci pintu tapi nindi sudah terlambat, pintupun terbuka dan ada beberapa orang bertopeng masuk ke kantor nindi dan hendak memperkosanya.
nindipun tak bisa lari karena di pegangi oleh 5 orang bertopeng yang siap mendapatkan tubuh mulusnya itu dan merekapun sudah berhasil melepaskan jas kerja yang dipakai oleh nindi.
nindi berteriak ketakutan dan tanpa disadari ada pria yang berdiri tepat di depan pintu sedang memegang sebuah tongkat baseball.
dan pria itu adalah tejo,ternyata selama 2 hari ini tejo tetap mengawasi pujaan hatinya agar tetap aman, meskipun nindi tidak menyadari hal tersebut.
tejopun menghajar ke 5 rampok itu dan menyerahkannya ke pada polisi.
nindi yang masih ketakutan, secara spontan ia memeluk tejo sambil menangis.
"..aku takut joo..". ucap nindi yang sedang menangis.
"..udah jangan takut disini ada aku..". ucap tejo.
"..aku taku mereka datang lagi jo..". ucap nindi.
"..nin..lihat aku..kamu gak perlu takut..selama ada aku..aku akan lindungi kamu meski harus mempertatuhkan nyawaku..". ucap tejo.
polisipun pergi membawa para rampok rampok itu dan suasana pun kembali sepi.
tejo masih memeluk nindi yang ketakutan.
akhirnya tejo mengantar nindi pulang karena nindi masih dalam keadaan takut.
sesampainya di rumah, nindi menyuruh tejo untuk masuk dulu agar di buatkan minuman hangat dan tejopun bersedia.
"..ini ku buatin kopi..aku mandi sebentar ya..". ucap nindi.
"..iya makasih nin..". ucap tejo.
saat tejo sedang asik minum kopi, alangkah kagetnya tejo melihat nindi yang hanya mengenakan tengtop warna putih dan celana pendek.
terlihat sangat jelas indah tubuh molek nindi membuat tejo benar-benar terhipnotis melihatnya.
namun tejo menutup matanya karena dia tidak mau membuat nindi marah lagi.
akhirnya tejo memilih pulang saja dari pada dia harus lepas kendali lagi.
"..nin aku pulang ya..". ucap tejo.
"..jangan pulang jo..gimana kalau ternyata mereka disini..aku takut jo..lagian kamu mau pulang naik apa..motor kamu kan di kantor tadi..". ucap nindi.
"..ohh iya motorku disana..tapi..". belum selesai tejo berbicara nindi lansung memotong.
"..jangan tapi-tapi jo..temenin aku..aku gak mau sendiri aku takut..". bisik lirih nindi yang mulai terbakar nafsu.
"..kamu terlihat lesu joo..kamu belum mandi ya..mandi disini aja.. tuh ada handuk sama air hangat..". ucap nindi dengan nafas terengah-engah.
tejopun akhirnya mandi, setelah selesai mandi tejo sangat terkejut melihat nindi menunggunya di depan kamar mandi dengan tatapan mata yang penuh gairah.
"..peluk aku joo aku takut..". pinta nindi yang sudah benar-benar tak mampu menahan nafsunya yang menggebu gebu setelah melihat tubuh kekar tejo.
akhirnya tejopun terpancing dan menggendong nindi ke atas kasur.
kemudian tejo mulai melepaskan semua semua yang di kenakan oleh nindi dan akhirnya terjadilah adegan bercocok tanam di antara mereka berdua.
tejo merasa gugup dan seakan mau pingsan, sedangkan nindi tak mampu berkata-kata dan membiarkan tejo melakukan apapun kepadanya.
nindi tidak menyangka, tejo yang dulunya sangat takut kepada wanita, ternyata tejo adalah type pria yang sangat romantis dan pandai membuat gairahnya sangat memuncak.
"..nin aku serasa mau pingsan lihat keindahan tubuh kamu..". ucap tejo.
"..tahan jo..kamu pasti bisa..". ucap nindi yang nafasnya sedang terengah-engah.
setelah melakukan ritual bercocok tanam tersebut, akhirnya mereka berdua tertidur pulas hingga pagi.
waktu menunjukan pukul 06:00 tejo melihat nindi masih tertidur pulas.
tak lama kemudian nindipun bangun dan melihat tejo duduk melamun di kursi.
"..kamu kenapa jo ?..". tanya nindi.
"..nin..sekali lagi maafin aku ya..". ucap tejo dengan menundukan kepalanya.
"..nindi sangat marah..karena tejo hanya minta maaf dan tidak segera mengutarakan hatinya..padahal nindi berharap setelah kejadian tadi malam..tejo akan menyukai nindi.
"..apa..maksut kamu..kamu nggak sadar apa yang kita lakukan semalam..haaa..jawab..". ucap nindi dengan nada yang sangat marah.
tejo yang begitu polos, hanya mampu mengungkapkan kata maaf di setiap kemarahan nindi.
padahal tejopun mencintai nindi, hanya saja dia takut nindi marah bila tejo mengungkapkan isi hatinya, karena derajat mereka yang sangat jauh.
nindipun semakin kesal kepada tejo karena hanya kata maaf yang keluar dari mulut tejo.
"..maaf lagi..maaf lagi..sekarang cepat pakai mandi dan pakai bajumu setelah itu kita berangkat ke kantor.
meski dalam keadaan marah tapi jauh dalam hati nindi, nindi sangat bahagia karena bisa bersama orang yang di cintainya semalaman.
kini dia tidak memikirkan hutang tejo padanya dan juga tidak memikirkan siapa dan dari mana tejo berasal.
yang dia tau hanyalah dia nyaman bersama tejo aman bersama tejo dan sangat mencintai tejo.
merekapun berangkat ke kantor.
di tengah perjalanan,tejo yang melihat nindi hanya diam menatap ke depan kemudian mencoba memberanikan diri untuk bertanya.
"..kamu ada masalah apa sama pak stevan..". tanya tejo.
"..kenapa kamu tiba-tiba tanya tentang stevan..". jawab nindi.
"..kemarin..aku melihat stevan berbincang-bincang dengan preman yang pernah hampir merampok kamu waktu itu..". ucap tejo.
sontak nindi kaget dengan perkataan tejo.
"..kamu serius..ternyata stevan benalu yang ada di dalam kantor selama ini..". ucap nindi.
"..ada masalah apa sama pak stevan kok dia sampek menyerang kamu sebagai bosnya sendiri..". tanya tejo.
"..stevan adalah kepala manager di kantorku..aku tidak tau kenapa dia tidak suka denganku..". ucap nindi.
tejo pun punya ide agar bisa menangkap basah kelakuan stevan selama ini.
tejo yang berprofesi sebagai ob di kantor nindi,bisa dengan mudah mencari informasi tentang stevan.
saat tejo sedang melakukan tugasnya sebagai ob,tiba-tiba dia melihat stevan dan staff administrasi kantor sedang berbisik-bisk.
tejopun curiga dan diam-diam menghampiri mereka berdua untuk mendengarkan perbincangan mereka.
namun stevan tidak bodoh,dia tau tejo sedang mendekat dan mengakhiri perbinacangan mereka.
rencana tejopun gagal.
akhirnya di sebuah ruangan,tejo melihat stevan sedang berbincang dengan admin kantor yang asik sedang membagi hasil uang gelap.
tejopun memanfaatkan moment tersebut dengan merekamnya dan akan menggunakan rekaman itu sebagai salah satu bukti.
ternyata selama ini stevan punya dendam pribadi pada nindi,karena 1 tahun lalu nindi pernah menolak cinta stevan serta memaki-maki stevan hingga stevan sakit hati karena perlakuan itu.
stevan ingin menduduki kursi direktur yang sekarang diisi oleh nindi sekaligus ingin memiliki kecantikan nindi.
tejopun berhasil mengumpulkan semua informasi tentang,tejo memberikan semua bukti tersebut kepada nindi dan akhirnya stevan dan admin tersebut di tangkap polisi karena kasusnya itu.
setelah kejadian itu tejo diangkat sebagai kepala manager dan dibimbing langsung di bawah arahan nindi.
merekapun semakin dekat semenjak kejadian itu namun belum ada ungkapan cinta diantar mereka.
semenjak tejo menjadi kepala manager, perusahaan pun mangalami peningkatan pesat dan mereka sukses bersama di sana.
namun disisi lain, tejo merindukan pekerjaannya sebagai tukang ngarit begitupun nindi yang sangat rindu saat-saat ngarit bersama tejo.
saat nindi hendak masuk ke ruang tejo, tiba-tiba nindi dikagetkan karena melihat tejo sedang berduaan di ruanganya.
wanita itu adalah salah satu karyawan di perusahaan nindi,yang mana ia menyukai tejo.
nindipun memarahi mereka dan tanpa sengaja memecat mereka berdua karena mencemari lingkungan perusahaan.
karyawan perempuan tersebut keluar dengan keadaan menangis.
kemudian nindi memarahi tejo habis-habisan dan menyuruh tejo untuk keluar dari perusahaan ini.
"..apa yang kalian lakukan..tejo kamu sebagai kepala manager harusnya memberi contoh yang baik terhadap bawahan kamu..bukan malah seperti ini..sekarang juga kamu angkat kaki dari kantor ini dan jangan pernah kembali lagi..". ucap nindi dengan nada yang benar-benar marah.
"..nin..nin..kamu salah faham nin..tolong maafin saya..ini gak seperti yang kamu lihat..". ucap tejo sambil melihat ke arah nindi.
"..saya bilang keluar..atau saya panggil satpam..". ucap marah nindi.
"..ya udah..saya pergi nin..tapi satu hal yanh harus kamu tau saya tidak melakukan apa-apa sama dia..permisi..". ucap tejo yang juga mulai marah sembari pergi meninggalkan kantor.
nindipun kembali keruangannya dan menangis sejadi-jadinya,dia merasa di khianati oleh tejo.
1 bulan sudah sudah tejo meninggalkan perusahaan, namun nindi masih merasakan sakit hatinya sedangkan tejo kembali ke kehidupan lamanya sebagai tukang ngarit.
nindi yang sedang melamun karena masih memikirkan tejo, tiba-tiba di ada yang mengetuk pintu.
dan ternyata itu adalah wanita yang bersama tejo di dalam ruangan waktu itu.
wanita itu menjelaskan semuanya pada nindi.
"..mau apa kamu kesini..". ucap sinis nindi.
"..maaf bu..saya mau jelaskan semua kejadian itu..semua tak seperti yang ibu pikirkan..". ucap wanita itu.
"..gak ada yang perlu di jelaskan..pergi kamu dari sini..". ucap nindi.
"..maaf bu..saya tetap akan menjelaskan semuanya..jadi waktu itu saya memang masuk ke ruangan tejo secara tiba-tiba..saya suka sama tejo bu..saya ungkapkan semuanya kepada tejo..namun tejo menolak saya karena dia bilang dia mencintai seorang wanita yang telah merubah hidupnya..dan kenapa saya memutuskan kemari..karna saya baru tau bahwa wanita itu adalah bu nindi..". ucap wanita itu.
"..dari mana kamu bisa menyimpulkan bahwa wanita itu adalah saya..". tanya nindi.
"..dari tejo langsung..saya sempat kerumah tejo untuk memint maaf dan tejo menjelaskan siapa wanita itu..namun karena derajat berbeda..dia menyimpan perasaan itu dalam-dalam..".ucap wanita itu.
nindi yang mendengar semua itu langsung menangis dan menyesal karena memecat tejo.
akhirnya nindi bergegas kerumah tejo untuk menemuinya.
nindipun sampai dirumah tejo namun rumah tejo tertutup rapat.
nindi memanggil tejo dan emaknya, namun tidak ada yang menyaut.
kemudian ada tetangga lewat depan rumah dan bilang kalau tejo sedang ngarit di sawah, lalu nindi bertanya kepada tetangga tersebut.
"..kalau emak tejo juga ngarit..". tanya nindi.
"..emak tejo udah meninggal 3 minggu yang lalu mbak..". ucao tetangga tejo.
sontak nindi pun menangis dan merasa bersalah.
nindipun mencari tejo dan menemukan tejo sedang ngarit.
"..joo..maafin..aku..".ucap nindi sambil menangis.
tejo hanya diam dan melanjutkan ngaritnya.
"..aku..cinta..sama..kamu..tejooo..". teriak nindi.
tejopun kaget dan melihat nindi.
kemudian tejo menghampiri dan memeluk nindi.
"..aku juga cinta sama kamu nin..maafin..aku yaa..". ucap tejo.
"..aku yang minta maaf jo..karena aku kamu kehilangan pekerjaan dan juga emak kamu..".ucap nindi.
"..nin ini bukan salah kamu..rejeki dan mati..itu urusan tuhan..dan kita gak berhak menghakimi diri sendiri.
"..maafin aku joo..". ucap nindi
"..aku udah maafin kamu nin..dan aku mau tanya sesuatu..". ucap tejo.
"..tanya apa joo..". jawab nindi.
"..dengan semua apa yang sudah kita lakukan..aku ingin bertanggung jawab dengan semua itu..mau nggak kamu jadi istriku..dan hidup susah bersamaku seperti ini..". tanya tejo.
"..aku mau jo..mauuu banget..sesusah apapun itu asal dengan kamu..aku mau...besok kamu balik ke kantor ya.."..ajak nindi.
"..nggk nin..aku nyaman disini..karena meskipun mak udah nggak ada tapi ngarit tetaplah perintah mak jadi aku akan tetap disini..aku juga gak mau nyakitin kamu lagi..".ucap tejo.
"..apapun keputusan kamu aku ngikut jo..aku cuma minta bawa aku kemanapun kamu mau..". ucap nindi.
dan akhirnya mereka menjadi sepasang kekasih yang sangat bahagia.
tejo memilih tetap di desanya, namun sedikit demi sedikit tejo mulai membangun bisnis ternak kambing dan sapi dan hasilnya sangat lumayan.
nindipun turut membantu tejo dalam bisnisnya, hingga akhirnya bisnis tejo nenjadi sukses berkat kerja keras mereka berdua.
setelah tejo sukses dan menjadi bos besar,tejo dan nindi tetap ngarit bersama karena dari ngarit itulah cinta mereka tumbuh dan juga mengenang perintah almarhumah emak.
setelah semua mimpi sudah tercapai akhirnya merekapun memutuskan menikah.
"..kamu udah siap sayang..".tanya tejo.
"..siap banget sayang..". jawab nindi yang sedang memilih gaun pengantin.
akhirnya mereka hidup bahagia dan di karuniai 2 orang anak
tejo adalah bos besar di bisnisnya dan nindi pun bos besar di perusahaanya.
cinta mereka terbentuk oleh sesuatu yang sederhana dan tanpa paksaan.
meski telah menjadi seorang konglomerat, tejo dan nindi tetap melakukan ritual negaranya setiap hari sebagai syarat yaitu NGARIT.