Chapter 32

1663 Kata

“Ketika kejayaan medusa telah runtuh.”   Dewa memainkan kunci mobilnya tanpa peduli dengan kehadiran Angel di depannya. Entah kenapa wanita itu meminta untuk bertemu dan tentu saja Rani langsung meminta Dewa untuk segera berangkat karena tidak mau jika Angel akan menunggu lama nantinya. Sejak tadi siang setelah mendengar percakapan singkat antara Qilla dan Angga dia menjadi tidak tenang. Hatinya merasa gelisah, bahkan sadarnya Andra tidak mengurangi keresahan hatinya. Begitu banyak pertanyaan yang ingin Dewa tanyakan saat itu, tapi dia lebih memilih mundur dan kembali menemui ayahnya. Prasangka buruk langsung bergelut di otak Dewa. Apa benar kedua orang yang disayanginya itu telah menjalin kasih? Bolehkan Dewa beranggapan jika itu adalah prasangka buruk? Ketika merasakan rasa sesak di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN