Part 31. Can’t Smile Without You

1215 Kata

Tita melirik Al. Memperhatikan ekspresi di wajah nya. Al terlihat tenang, bahkan terlalu tenang untuk ukuran orang yang baru saja mematahkan tulang hidung seseorang.   "Bagaimana dia bisa setenang itu setelah memukul orang hingga berdarah?" Ucap Tita dalam hati.   Dia masih memperhatikan rahang tegas milik lelaki di sampingnya itu.   "Apa kau baik-baik saja? Apa tangan mu terluka?"   Tita memberanikan diri bertanya, memecah keheningan diantara mereka yang sempat tercipta.   Tita meraih tangan Al, tatapan nya sejenak terpaku pada jemari lelaki itu. Dia mengusap jemari yang tampak baik-baik saja itu lalu meniup nya pelan.   Al memperhatikan apa yang istrinya lakukan. Seolah waktu bergerak sangat lambat. Bagaimana bulu mata lentiknya bergerak, juga mata coklat pekatnya mengerjap,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN