Tita mengerjapkan mata. Seperti nya hari sudah pagi. Seperti nya juga listrik sudah menyala entah jam berapa karena sekarang kamar mereka tidak gelap gulita lagi seperti semalam. Lampu kecil di atas nakas sudah menyala meskipun lampu utama kamar memang dalam kondisi mati sebelum nya. Tita menoleh ke belakang. Semalam Alfard memeluk nya dari belakang. Mereka tidur berpelukan seperti dua sendok yang direkatkan. Tita berputar pelan, perut nya yang sudah membuncit sedikit menyulitkan maka nya dia harus hati-hati. Sekarang wajah nya berhadapan dengan wajah Alfard yang terlihat masih pulas tidur. Tita menatap lekat wajah ayah dari anak nya itu. Rambut-rambut halus mulai tumbuh di sekitar rahang dan dagu Alfard. Terlihat sedikit lebat dari terakhir kali Tita lihat. Biasa nya Alfard tampil

